Pagi ini mummy bangun, terus menuju ke tingkap besar. Cahaya matahari telah jatuh ke lantai dan terus memantulkan cahaya itu kepada mummy. Mummy menyelak langsir seluas-luasnya. Kelihatan satu permandangan yang amat mummy rindui. Hijau. Sungguh indah bumi Allah ni. Lalu mummy dibanjiri dengan satu perasaan bersalah kerana sampai hati, pernah meninggalkan rumah ini. "Mummy sayang rumah ini," mummy mendengar diri mummy berbisik dan mummy sangat sayu.
Mummy sangat sayang rumah kita. Selama beberapa tahun, mummy dan daddy telah mencari dan akhirnya memilih tempat ini, bukan sahaja sebagai tempat yang kami suka, tetapi sebagai tempat yang sangat mulia, sejurus sahaja selepas daddy melafazkan "Aku terima nikahnya....."
Sewaktu kami bersama-sama mencari rumah dulu, sebenarnya agak keliru kerana kami tidak punya banyak pilihan seiring dengan yang kami mampu.. Namun sewaktu pertama kali membuka pintu rumah ini, dari luar mummy berkata Alhamdulillah, disinilah akan mummy bina syurga dunia kita.Bersama-sama.
Dan dikala berjalan masuk buat pertama kalinya, hati tertawan dengan keindahan dan kehijauan hutan simpan terbentang didepan mata, yang akan menjadi milik mata kita selagi diizinkan tuhan.
Lalu terlihat sebuah lubang kecil berukuran 2kaki x 2 kaki yang menghubungkan antara dapur dan ruang makan, OH! disinilah nanti anak-anak mummy akan, menjenguk dan bertanya.. "mummy masak apa untuk kami??" angan-angan mummy.
" Daddy, mummy suka rumah ini kerana biliknya tersorok..:)" kata mummy sambil memegang tangan daddy. "Yang paling penting tingkapnya sungguh besar!!" " Daddy dari sini kita boleh lihat anak-anak kita mandi manda, kalau ada anak lelaki kita dapat tengok dia main bola kat situ......." :)).
"Tapi sayang rumah ini tiada balkoni...:(("- Akan tetapi hal itu tidak mematahkan semangat kami untuk memiliki rumah di pinggir kota Ikea ini.
Hari-berganti bulan, bulan berganti tahun... banyak peristiwa yang terjadi, yang pahit yang manis.Dirumah ini mummy pernah berasa seperti dipuncak, mummy juga pernah tersungkur di lembah yang paling bawah. Rumah ini menjadi saksi gelak tawa, dan mungkin juga rumah ini pernah sama-sama merasa sedih apabila mendengar tangis dan esakan kami yang sayu sepanjang waktu.
Kesedihan dan kekeliruan membuatkan jiwa mummy kucar-kacir, dan telah meragut kebahagian kami disini.Memori yang terlalu banyak dan sering datang tidak henti-henti membuat mummy hampir gila. Mummy seolah-olah tidak dapat hidup lagi dalam rumah yang bagi mummy telah usang ini. Akhirnya mummy memujuk daddy untuk pergi... ke tempat lain.
Dan bila berjauhan, rindu itu tetap membawa mummy kembali masa-masa silam, rindu membawa mummy ke tempat dimana mummy pernah tinggal, mummy pernah ketawa, mummy pernah menyanyi, menangis. Rindu juga yang membawa mummy ke syurga yang pernah mummy cipta.
Lalu hati mummy berkata "disitulah tempat kita sebenarnya ", memang mudah mencari sebuah rumah.Yang besar? yang luas? yang ada itu? yang ada ini? memang mudah... tapi untuk mencari sebuah kediaman ataupun sebuah syurga dunia ?? Adalah sukar dan memerlukan satu bibit perasaan yang sangat intim.
Dan perasaan apabila berada di rumah lain mungkin lebih kurang sama dengan perasaan yang dialami dalam sesebuah perkahwinan yang telah diaturkan.Tiada cinta, tiada kasih sayang seperti hidup didalam keterpaksaan.Semuanya tidak ikhlas.
Dan kini, segalanya telah kembali ceria. Kita semua perlu bangun dari kesakitan, bangkit dari kekecewaan, lari dari sesuatu yang benar tidak akan menjadikan kita sebagai insan yang kuat. Yang sebaiknya, jika sudah buntu kita harus pulang ke pangkal jalan. Pulanglah ke tempat asal.
Alhamdulillah, Segala-galanya kembali tenang disini, mungkin ini sebenarnya adalah suatu 'kurniaan'. Kecil atau besar kita perlu mensyukuri apa yang telah kita perolehi. Pernah dengar sebuah cerita? "Rumah besar, tiada penghuni? Cuba tanya kemana semua pergi...Mengapa semua pergi? Jika setiap rumah adalah sama, mengapa ada saja yang tidak suka pulang kerumah? Rumah seperti sangat 'panas' bagi sesetengah orang.
mengapa ada saja anak-anak kecil dan ibunya yang saban hari menunggu si ayah yang tidak pulang-pulang. Mengapa?
Rumah besar atau kecil, ada anjung atau tidak, ada taman atau tidak, bukanlah penentu bahagia sebenarnya.
Sebenarnya bagaimana kita bersama-sama mencari kebahagian didalam sebuah 'rumah' itu. Bagaimana indahnya perasaan apabila walau dimana kita berada namun anak-anak tetap menyatakan kerinduan terhadap rumahnya.
Adakah hati tenang dan berbunga-bunga sewaktu berada didalamnya. Adakah hati riang bukan sahaja disaat menyaksikan kembali sinaran mentari pagi memukul di lantai. Tetapi kenangan-kenangan bersama orang-orang didalamnya yang tidak sanggup kita tinggalkan.
Mummy akan menjaga rumah ini dengan lebih baik, kami akan menjaga sesama kita dengan lebih baik bersama-sama kenangan adik. Mummy masih sayang segala-galanya seperti dulu.
Kerana ianya adalah suatu kurniaan. Home sweet home.
I love this place
But it's haunted without you
My tired heart
Is beating so slow
Our hearts sing less than
We wanted, we wanted
Our hearts sing 'cause
We do not know, we do not know
To light the night, to help us grow
To help us grow
It is not said, I always know
You can catch me
Don't you run, don't you run
If you live another day
In this happy little house
The fire's here to stay
To light the night, to help us grow
To help us grow
It is not said, I always know
Please don't make a fuss, it won't go away
The wonder of it all
The wonder that I made
I am here to stay
I am here to stay
Stay
But it's haunted without you
My tired heart
Is beating so slow
Our hearts sing less than
We wanted, we wanted
Our hearts sing 'cause
We do not know, we do not know
To light the night, to help us grow
To help us grow
It is not said, I always know
You can catch me
Don't you run, don't you run
If you live another day
In this happy little house
The fire's here to stay
To light the night, to help us grow
To help us grow
It is not said, I always know
Please don't make a fuss, it won't go away
The wonder of it all
The wonder that I made
I am here to stay
I am here to stay
Stay
5 comments :
Sangat tersentuh baca entry ni.Kecil atau besar rumah itu,yg penting adalah pengisian kita.Rumah besar tanpa cinta ibarat tinggal di ruang kosong tiada penghuni,namun rumah kecil yg penuh dgn cinta rasa hidup penuh bermakna.Setiap detik kita hargainya : ) . Tabahlah hati wahai mommy Alanna Qish si bidadari syurga.
sy memahami apa yg awak rasa..kerna itu yg sy rasa sejak kebelakangan ini..walau ada riuh rendah di sekitar..walau ada kucar kacir di sekeliling..tetap rasa kosong..tetap rasa sunyi..kerna permata kesygan bukan bersama kita..tabahlah duhai sahabat..kerna kita merasai rasa yg sama
Yeh yeh mama tahu rumah mummy kat mana ekekeek..mama selalu lalu area situ..wahhh sgt suka kerusi mummy..moga mummy gembira kembali ke istana mummy
Entry yang memberikan inspirasi :-) Paling suka poem di akhir entry ni..simple but nice..
salam ayu n hubby,i'm a mother of two sons...and baru 2 minggu saya 'terjumpa' blog ni while blogwalking...and truly i admit that this blog made me appreciate life better, to take care of our kids semaksimum mungkin! ...dan tak tahu kenapa, bayangan alanna seolah2 tak dapat saya kikis walaupun i never met her! Such a sweet little girl yg telah menanggung perit pedih segala ujian dunia ...and i realy, realy pray everyday that she's happy now, crowded by the angels of God.....Sejujurnya ingin saya katakan tertumpah sungguh kasih dan sayang saya kepada seorang bayi yg tak pernah saya kenal, yg namanya, alanna, anak kamu berdua...Subhanallah...Sememangnya kamu berdua insan yg dipilih Allah untuk menempah masuk tiket ke syurga kelak, insyaAllah....Amin..dan alfatihah buat Alanna sayang...shidanazuha@yahoo.com
Post a Comment